DISCOVERY THEATRE

Posted: 26th November 2013 by teater.produksi in Uncategorized
Comments Off

Diklat Guru Produktif Seni Teater 2013 yang berlangsung sejak tanggal 27 Oktober sampai dengan 27 November diikuti oleh 5 orang guru; Harwi Mardiyanto dan Ratna Aniswati dari SMK 12 Surabaya, Rudi Astono dari SMK 7 Padang, Amulyati dari SMK 1 Somba Opu Sulses, dan Karyono dari SMK 1 Kasihan Bantul Yogyakarta. Materi utama dari pelatihan adalah penciptaan teater yang dimulai dari proses observasi, konsep penyutradaraan, pengadeganan, latihan hingga sampai pementasan. Dalam konteks berkarya ini, peserta diharapkan mampu menemukan metode atau pendekatan baru dalam penciptaan sehingga menghasilkan karya yang keluar dari zona nyaman atau kebiasaan yang telah menahun dilakukan. Tidak mudah tentunya karena sekolah teater biasanya mencipta karya dengan pendekatan dramatik atau bergaya realis. Oleh karenanya materi cipta teater yang disampaikan menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk kembali mencari dan menemukan sisi lain dari pola garap karya. Artistika teater dramatik memang mengharu biru dan mampu menembus waktu namun tidak jarang menjebak para pelakunya untuk sekedar menjadi pengrajin. Semua aspek artistik telah terjelaskan dalam naskah hingga tinggal mewujudkannya secara nyata di atas paanggung.

Namun, dengan mencoba keluar dari lingkaran dramatik semua aspek artistik tersebut harus tertemukan karena ia tak lagi terberi. Pekarya dengan sendirinya harus mampu menemukan dan memutuskan objek dan aktifitas artistik untuk mendukung konsep karyanya. Atas usaha ini, muncul 2 konsep teater yaitu teater gerak dan improvisasi. Media kata yang biasanya mudah terhambur melalui dialog para tokohnya harus diubah ke dalam medium gerak yang tentu saja memiliki dasar dan citarasa yang berbeda. Perbedaan inilah yang memaksa para guru untuk kembali belajar merajut idiom-idiom artistik menjadi sebuah karya pentas. Sementara itu dalam bangunan teater improvisasi struktur dramatik menjadi sangat longgar dan permainan kata menjadi sangat bebas hanya terikat pada tujuan dasar pesan yang ingin disampaikan. Ini juga menjadi tantangan terutama dalam organisasi dialog dalam permainan.

Dalam perjalanan prosesnya baik yang gerak maupun improvisasi masih banyak menyisakan pendekatan dramatika konvensional yang sering berupaya untuk menjelaskan hal-hal yang sesungguhnya sudah jelas. Namun demikian, 5 orang guru yang terbagi dalam 3 kelompok pada akhirnya mampu menyuguhkan karyanya yang segar dan unik. Harwi dan Ratna menggarap teater gerak berjudul “Run Off” yang mengambil tema kelangkaan air bersih dan keraguan akan kebersihan proses penciptaan air mineral yang sering dikatakan bersih. Rudi Astono atau Dono dan Amulyati menggarap teater improvisasi dengan judul “Negeri Morat-marit” yang berkisah seputar korupsi dan dampaknya bagi rakyat kecil. Sementara Karyono menggarap teater gerak dengan judul “Sri” yang bertutur mengenai kerusakan alam.

Sebagai peraga adalah siswa-sisi SMK 12 Surabaya yang didatangkan secara khusus untuk ikut berproses intens selama 14 hari. Mereka adalah Amalia Fauzanin, Benny  Aris Sanjaya, Byta Indrawati, Risa Diyah Putri, Rizi Novianti Nuraini, Hefty’s Suud, Tunggal Putri, Ahmad Firman, Yeni Dwijayanthi, Shinta Noviana, Disfyandita R.Putri, Moch. Zakaria A, Luhur Anita Sari, Lutfiana Gilda Cahyawati, Farida Novianti, Eka Dian Lestari dan Andre Yanuar. Tata artisitk ditukangi oleh R Agus Agung.

Pementasan dilangsungkan pada tanggal 25 November di Studio Teater PPPPTK Seni dan Surabaya dan pada tanggal 26 November di SMK 17 Magelang. Pentas cukup mendapat sambutan dari para penonton dan bahkan di Magelang penonton memenuhi gedung pertunjukan dan mereka sangat antusias mengikuti jalannya pertunjukan. Pada saat pertunjukan selesai langsung digelar forum bagi pengalaman yang diikuti oleh sebagian besar penonton. Pentas di Magelang bekerjasama dengan Teater Bias 17 Magelang. Sip.

Diklat Guru SMP Grup B (Teater Games)

Posted: 4th October 2013 by teater.produksi in Uncategorized
Comments Off

Diklat Guru Tingkat SMP Grup B

                 3 Oktober 2013, pukul 08.00 WIB Diklat Guru tingkat SMP Grup B melanjutkan materi praktik “Teater Games”  yang dipimpin oleh Pak Eko Santosa,S.Sn. Materi ini dibuka dengan do’a dan pemanasan. “Permainan Lempar Bola” yang dimainkan dengan cara melemparkan bola keatas secara bergantian dan tidak boleh terjatuh hingga hitungan ke 30 adalah cara untuk melatih kekompakan dan kerjasama antar peserta diklat. Dilanjutkan dengan permainan “Jalan Jumlah”, “Cermin”, “Ha Ho Pao”, “Dami-Dami” dimana permainan itu untuk melatih kesabaran, kerjasama dan tidak saling egois antar peserta diklat. Permainan selanjutnya, untuk melatih konsentrasi, kerjasama, dan saling percaya antar peserta diklat adalah “Follow Me”, “Blind Car”, “Blind Song”. Permainan untuk melatih konsentrasi dan kerjasama adalah “Kata Dieja”, “Helikopter”, “Samson”, “Mercon Dor”, “Follow the Leader”, dan “Barang Berputar”. Di sesi selanjutnya, setelah waktu istirahat berakhir peserta diklat lebih dituntut untuk bermain ekspresi “Change story”  ( peserta diklat berpasangan lalu saling bertukar cerita hingga waktu yang ditentukan habis,setelah itu mereka menceritakan didepan peserta diklat yang lain tentang  apa yang diceritakan oleh pasangannya dan seolah-olah cerita itu miliknya sendiri )  “Konsultan  (terdiri dari  3 orang yang menjadi konsultan yang bertugas untuk memberi jawaban baik,buruk, dan  buruk sekali .)”Three Ways Conversation”( terdiri dari 3 orang, 2 orang disamping kanan dan kiri memberi pertanyaan kepada 1 orang yang berada ditengah secara bersamaan.) ”Bahasa Jibris”,  (Bahasa jibris juga dapat disebut dengan bahasa bayi ,bukan karena cara berbicaranya seperti  bayi tetapi karena saling berdialog dengan bahasa yang berbeda yang tidak dapat dipahami tapi saling berkesinambungan ).Kreativitas peserta di uji manakala diberi tugas untuk membuat sebuah mesin teater,yang memperhatikan komposisi,levelitas yang juga menggunakan suara.Lebih berkembang lagi dengan membuat  sebuah pertunjukan teater yang sederhana hasilnya pun bervariasi ada yang menampilkan teater gerak dan pantomime. “Salam 5 “ menjadi penutup sekaligus penyemangat untuk peserta diklat yang berakhir  pada pukul 15.15 WIB.

Diklat Guru SMP Se-Jawa Grup B

Posted: 4th October 2013 by teater.produksi in Uncategorized
Comments Off

Diklat Guru  Tingkat SMP

Grup B

Materi Teori

 

                Diklat Guru tingkat SMP Grup B pada tanggal 2 Oktober 2013 pada pukul 11.15 WIB, terlihat berbeda ,selain dari pembicaranya yang kali ini adalah Pak Eko Santosa ,S.Sn dan penyampaian materi teori “Pengetahuan Teater” dengan cara berdiskusi. Ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta diklat “Apakah di taeter ada skenario ?”, jawaban yang diberikan adalah “Tidak ada,  skenario hanya ada dalam film.”. Pertanyaan yang kedua “Kalau mengajarkam drama dalam ekstakulikuler, apakah sama pengajarannya dengan teater  dalam intrakulikuler kurikulum 2013 ?”, jawaban yang diberikan “Setiap tahun kurikulum selalu berbeda. Dan drama dengan teater itu berbeda, drama adalah ceritanya sedangkan teater adalah pertujukannya. Ekstrakulikuler dengan intrakulikuler itu berbeda, kurikulum intrakulikuler tidak  bisa dimasukkan ke dalam pengajaran ekstrakulikuler.”. Pertanyaan yang ketiga “Jika anda tidak setuju dengan lomba, karena menurut anda dapat merusak psikologi anak, lalu bagaimana kita dapat mengetahui tolak ukur siswa ?”, jawaban yang diberikan “Bukannya saya tidak setuju, tetapi seperti yang saya katakan psikologi siswa dapat terganggu dan dapat berpengaruh bagi siswa. Formatnya harus berbeda, dengan melakukan audisi untuk memilih siswa yang akan mengikuti lomba, jangan dipilih atas kemauan anda (guru).”. Pertanyaan terakhir “Apakah musikalisasi puisi dengan teatrikalisasi puisi berbeda ?”,, jawabannya “Berbeda bahannya. Musikalisasi puisi ekspresinya dengan musik sedangkan teatrikalisasi puisi ekspresinya dengan teatrikal, puisinya harus bercerita dan berkonflik.”.

                Diklat Guru tingkat SMP Grup B dilanjutkan dengan materi praktik “Teater Games” pada pukul 15.00 WIB. Materi ini dibuka dengan “Salam 5” dan pemanasan, yang dipimpin oleh Pak Heru Subagiyo,S.Sn. Untuk mendekatkan  atau lebih akrab antara peserta  diklat dengan guru pembimbing, sekaligus melatih konsentrasi dan daya ingat peserta maka permainan yang pertama adalah “Tunjuk nama dan Ganti Posisi”. Dilanjutkan dengan “Buny-Buny”, ”Coboy”, ”1 2 3” dan “3 Kelipatan 3 (Boom)” yang juga melatih konsentrasi peserta diklat. Do’a dan “Salam 5” menjadi penutup diklat pada hari itu pukul 17.00 WIB.

Diklat Guru SMP Grup A (Teater Games)

Posted: 1st October 2013 by teater.produksi in Uncategorized
Comments Off

             

  Materi  Praktik (TEATER GAMES)

Tanggal 30 September 2013 pagi ,tepatnya pada pukul 08.05 WIB, studio teater PPPPTK dipenuhi oleh peserta diklat guru tingkat SMP yang berjumlahkan 30 peserta . Agar tidak terjadi cidera ,maka untuk memulai materi praktik atau teater games peserta diklat melakukan pemanasan yang dipimpin oleh bapak Eko Santosa.S,Sn. Setelah pemanasan,mulailah masuk pada materi praktik yaitu lebih pada melatih konsentrasi dengan permainan 1,2,3, Buny-buny,Tunjuk nama dan ganti posisi, Snap-snap,dan beberapa permaianan  lain yang sangat menarik . Banyak sekali komentar yang dilontarkan oleh peserta diklat ketika memainkan “Kata Dieja” banyak yang mengatakan susah memahami kata-kata yang di ucapkan oleh lawan bicara ,ada juga yang mengatakan susah untuk merangkai kata ejaan dan harus berpikir untuk merangkainya .

Pada pukul 13.15 WIB tepatnya setelah break time atau istirahat ,peserta diklat kembali ke ruang praktik tetapi dipimpin oleh  bapak Heru Subagiyo,S.Sn. Pada sesi ini lebih kepada menciptakan  suatu pertunjukan kecil. Pada awalnya membentuk suatu potret keluarga,mulai dari potret keluarga guru hingga potret keluarga singa dan semakin berkembang lagi dengan hadirnya 3 konsultan (baik,buruk,dan buruk sekali ),lalu dilanjutkan dengan cerita berantai ,yaitu melanjutkan atau membelokkan cerita sebelumnya.Pertunjukan kecil juga dapat diciptakan dengan permainan  “3 Ways Conversation” dimana terdapat 3 orang dan yang berada di tengah harus menjawab pertanyaan yang saling bersahutan disebelah kanan dan juga disebelah kiri. Lebih berani lagi dengan membuat bentuk mesin dengan memperhatikan komposisi,levelitas ,dan kreativitas peserta diklat. Diklat guru tingkat SMP grup A berakhir pada pukul 17.00 WIB ditutup dengan  doa dan salam 5.

Diklat Guru SMP Se-Jawa (27 & 30 September 2013)

Posted: 1st October 2013 by teater.produksi in Uncategorized
Comments Off

  Diklat Guru SMP Grup A 

   Materi Teori

Hari Jumat tepatnya pada tanggal 27 September 2013 adalah hari pertama diklat guru   tingkat SMP. Materi di mulai pada pukul  14.15 WIB , yang diberikan adalah materi teori yang lebih mendalami tentang pengetahuan teater dengan pembicara Heru Subagiyo.S,Sn . Bapak Heru lebih menekankan moment tersebut sebagai ajang diskusi,jadi semua bahan atau pertanyaan  yang ada dan yang di bahas tidak secara langsung diberitahukan kepada peserta diklat,tetapi mencari jawaban atau penyelesaiannya  secara bersama-sama ,agar materi yang dibahas tidak cepat pudar dari ingatan masing-masing peserta diklat.

Materi yang diberikan adalah nilai-nilai dalam teater (yang seharusnya diterapkan pada peserta didik), asal  mula teater ,unsur utama teater , dramaturgi , tipe-tipe sutradara ,hingga jenis-jenis teater . Beberapa pertanyaan diajukan oleh peserta diklat kepada Pak Heru ,pertanyaan yang pertama “Menurut saya, Apakah orang teater kepribadiannya cuek dan sulit di tebak ?” Pak Heru memberi jawaban “Sangat mudah,kita mau mengenali seseorang karna ikhlas “. Lalu pertanyaan  selanjutnya “ Apa perbedaan drama dengan teater ? “ dan jawabannya “Teater : Pertunjukan , sedangkan drama adalah salah satu jenis lakon , yaitu cerita .Dan drama salah satu bagian kecil / unsur dari teater. Diklat hari ini ditutup dengan tayangan-tayangan video tentang pementasan teater salah satunya adalah pantomime dan teater boneka pada pukul  17.00 WIB.

PENATAAN RUANG

Posted: 27th September 2013 by teater.produksi in Uncategorized
Comments Off

  

Selasa,24 September 2013 Siswa Prakerin  SMKN 12 Surabaya mendapat tugas  untuk  membenahi studio teater atau penataan ruang. Kegiatan  ini dimulai dengan  menutup kaca jendela dengan sterofoam yang bertujuan untuk meredam cahaya yang masuk di dalam studio, setelah itu sterofoam di cat warna hitam dan  dipasang menutup kaca jendela. Agar lebih menarik ,  koleksi  foto dan poster hasil karya Studio Teater PPPPTK  juga menghiasi dinding-dinding , kegiatan tersebut berlanjut hingga hari ini (Kamis,26 September 2013 ) dengan memasang lampu di Studio Teater.

Diklat Guru SD Grup A (Teater Games )

Posted: 17th September 2013 by teater.produksi in Uncategorized
Comments Off

  TEATER GAMES

 

                 Hari ini merupakan hari ke-2 grup A dalam mengikuti kegiatan diklat jurusan Seni Teater yang berada di Studio Teater PPPPTK pada tanggal 16 September 2013 pada pukul 08.00 WIB yang diikuti oleh 27 peserta. Kegiatan pada hari ini lebih mengarah kepada praktik. Untuk mengawali kegiatan pada hari ini para peserta terlebih dahulu melakukan pemanasan dan dilanjutkan dengan permainan kecil seperti menghafalkan nama seluruh peserta diklat dan permainan Koboy (nama yang disebut menunduk dan yang berada di samping kanan dan kirinya beradu cepat untuk menembak “DOR”). Permaianan selanjutnya adalah “BUNY-BUNY”  peraturan permainannya adalah orang yang disebut namanya melakukan gerakan yang disepakati sejak awal sambil berkata buny-buny lalu orang disamping kanan dan kirinya menirukan secara bersamaan. Disamping permainan tadi ada juga permainan konsentrasi dengan berhitung yaitu mengganti kelipatan 3 menjadi “DOR”.

Belajar konsentrasi juga dapat dengan bermain seperti berhitung 1,2,3,peraturannya adalah berpasang-pasangan lalu bergantian menyebutkan angka 1,2,3,dan setiap menyebutkan angka 1,tangan kanan menunjuk angka 1,ketika menyebutkan angka 2 disertai dengan tepuk,dan ketika menyebutkan angka 3 tangan kiri digerakkan mengayun seperti gelombang. Ada peserta diklat yang berkomentar tentang permaianan ini “Pemainan ini harus berkonsentrasi,perasaan dan pikiran harus menyatu,harus terpadu,harus ikhlas dan senang hati.”

Permaianan selanjutnya adalah kata dieja , peserta harus berpasang-pasangan dan ketika berbicara kalimatnya harus dieja tak terkecuali ketika ketawa pula. Banyak sekali peserta diklat yang memeberikan komentar “Agak susah karena bahasanya berbeda,sulit mengingat  jawaban  pasangannya, susah menangkap , bisa menangkap perkataan dengan memperhatikan gerak bibir “

                 Permainan yang satu ini lebih menguji kekompakan yaitu permainan  sentuh lantai , peserta harus berpasang-pasangan, tangan dan kaki bergantian menyentuh lantai sesuai perintah yang diberikan dan tidak boleh jatuh, sehingga satu kelompok perlu berkerjasama supaya tetap bisa bertahan.

Permainan hipnotis lebih melatih kepekaan sensor dari peserta diklat, peraturan permainan tersebut, yang berada ditengah adalah sebagai penghipnotis dan harus menggunakan ke dua tangannya untuk menghipnotis peserta diklat yang lain. Change Story adalah proses untuk menciptakan suatu cerita tetapi bukan cerita tentang hidupnya melainkan akan pengalaman seseorang yang bercerita kepadanya. Untuk mengakhiri materi diklat pada hari ini peserta diklat dituntut untuk menciptakan suatu pertunjukan kecil baik yang berkonflik maupun yang tidak berkonflik. Materi diklat ini berakhir pada pukul 17.10 WIB dengan pemateri Eko Santoso,S.Sn dan Heru Subagiyo,S.Sn.

Diklat Guru SD Grup A.

Posted: 17th September 2013 by teater.produksi in Uncategorized
Comments Off

   Diklat Grup A Tentang Pengetahuan Teater.

Pada hari Jumat tanggal 13 September 2013 pukul 14.05 WIB, grup A memulai materi diklat tentang teori Pengetahuan Teater. Yang di bahas tak jauh berbeda dengan grup-grup yang lain,yaitu tentang “Apa sih teater itu?”,namun juga mempelajari nilai-nilai teater, asal mula teater, unsur utama teater, dramaturgi, pandanan istilah teater,dll. Pembicara yang dibawakan oleh Heru Subagiyo,S.Sn mendapatkan beberapa pertanyaan dari peserta diklat. Pertanyaan yang pertama yaitu “Yang dimaksud dengan konflik apa berbeda dengan tema ?”, lantas beliau menjawab “Tema didalam teater nomer 13 dan konflik yang diutamakan, konflik adalah perbedaan suatu pendapat.” Lalu pertanyaan kedua adalah “Apa dalam pembelajaran seperti pembelajaran PKN misalnya,anak-anak menjadi presiden, menteri ditampilkan di depan kelas apa termasuk teater ?”.Pembicara atau Pak Heru memberi jawaban “Ya,karena teater tidak harus berada di panggung dan jika ada yang menonton maka itu sudah disebut teater.” Pertanyaan tersebut dan tampilan video tentang pentomime dan juga teater boneka sekaligus menjadi penutup materi tentang Pengetahuan Teater pada hari itu pada pukul 17.00 WIB.

Diklat Teater Guru SD Se-Jawa 12 September 2013

Posted: 13th September 2013 by teater.produksi in Uncategorized
Comments Off

Diklat Guru tanggal 12 September 2013

Kamis.

Diklat pada pagi hari ini dimulai pada pukul 08:10 WIB.

Pertama-tama dimulai dengan do’a dan dilanjutkan dengan senam otak yang sekaligus juga untuk melatih konsentrasi.

Diklat yang diikuti oleh 26 guru ini membahas tentang Teater. “ Apa sih Teater Itu ? “ Banyak sekali pendapat tentang teater yang dilontarkan oleh peserta diklat. Pengetahuan teater yang dibawakan oleh Heru Subagiyo S,Sn akan membahas lebih dalam tentang teater, mulai dari nilai-nilai dalam teater, unsur-unsur utama teater, asal mula teater, 4M dalam drama turgi, unsur pendukung teater, tipe lakon dan masih banyak lagi.

Ada juga banyak pertanyaan yaang diajukan oleh peserta dalam sesi tanya jawab, pertanyaan pertama diajukan oleh Pak Mahmud “ Apa persamaan dan perbedaan antara teater dengan wayang ?” lalu jawaban Pak Heru “ Persamaannya adalah sama-sama pertunjukan sedangkan perbedaannya adalah wayang addalah salah satu bagian atau jenis dari teater. Pertanyaan yang kedua diajukan oleh Pak Pri, “ Dalam perpisahan SD/TK sering mementaskan sebuah cerita, apakah itu termasuk teater. Lalu jawabannya adalah “tergantung terhadap aktor, jika untuk aktor anak-anak maka biarkan saja mereka berimajinasi sesuai dengan realita yang ada”.

Lalu ada juga yang bertanya tentang jenis teater yaitu teatrikalisasi puisi, Bu Heni salah satu peserta diklat bertanya demikian “teatrikalisasi puisi, apakah waktu dipertunjukan puisi tersebut dibacakan?”, lantas Pak Heru menjawab “tidak dibacakan tapi bahannya adalah puisi yang dirubah menjadi dialog atau diadaptasi. Puisi yang cocok digunakan dalam teatrikalisasi puisi adalah BALADA yang ditulis oleh W.S Rendra.

Pertanyaan Bu Heni sekaligus penutup dari diskusi tertang pengetahuan teater, lalu peserta diklat diijinkan untuk beristirahat dan berkumpul kembali pada pukul 13:15 WIB untuk melanjutkan diklat dengan materi yang berbeda yaitu teater games, dan berakhir pada pukul 17:00 WIB.

Diklat Teater Guru SD Se-Jawa

Posted: 11th September 2013 by teater.produksi in Uncategorized
Comments Off

Tanggal 10 sampai dengan 16 September 2013 Studio Teater mendapatkan peserta 90 guru SD se-Jawa untuk mengikuti diklat seni teater. Kelas dibagi menjadi 3 dan masing-masing mendapatkan materi apresiasi, dasar berperan, dan role play. Materi pembelajaran seni teater yang diberikan dalam konteks ini bukan untuk melatihkan keterampilan berteater tetapi lebih menempatkan teater sebagai media pembelajaran yang dapat diaplikasikan dalam metode belajar-mengajar di sekolah. Dalam pembelajaran intrakurikuler yang bersifat klasikal dimana semua siswa mendapat materi pelajaran yang sama, maka tujuan pembelajaran seni bukanlah untuk mendidik anak terampil berolah seni atau menjadi seniman semuanya karena mustahil semua siswa memiliki bakat dan minat menjadi seniman. Dasar pemikiran sederhana semacam ini yang dijadikan acuan untuk memberikan materi seni teater sebagai media dan bukan teater sebagai karya seni. Karena tujuan untuk meningkatkan kemampuan anak atau siswa dalam hal olah seni ini telah terwadahi dalam kegiatan ekstrakurikuler yang didahului dengan penjaringan minat dan bakat siswa. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, guru SD menjadi lebih kreatif dalam menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran sehingga tercipta kelas dengan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan mencerdaskan.(*)